Khatam: Yer. 46-48
M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus: Yakobus 1:19-27
Bacalah dan pahamilah ayat-ayat Firman Tuhan ini.
M2 - Merenungkan Firman Kristus:
- Bacalah ayat 19-21, bayangkanlah bagaimana kebenaran Firman Tuhan ini Anda lakukan di dalam keseharian Anda.
- Perhatikanlah ayat 22-25, renungkanlah betapa pentingnya semua renungan Firman tentang Kasih yang telah Anda lewati seminggu ini perlu Anda lakukan.
- Bacalah ayat 26-27, renungkanlah bagaimana Anda dapat melakukan prinsip kebenaran ini dalam keseharian Anda.
M3 – Melakukan Firman Kristus:
Ambillah waktu sejenak, dan perbaharuilah komitmen Anda untuk sungguh-sungguh melakukan setiap prinsip Kasih yang Anda dapatkan dari Firman Allah ini.
M4 – Membagikan Firman Kristus:
Bagikanlah apa yang dikatakan Firman Tuhan kepada Anda
1:19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
1:20
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
1:21
Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
1:23
Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
1:24
Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
1:25
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
1:27
Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.